Aku masih sangat kecil. 14 bulan aku baru menghirup udara duniawi. Saat itu bulan ramadhan. Tepatnya bulan februari tahun 95.
Hujan lebat mengguyur bumi diselingi dengan angin yang bertiup kencang. Aku, mama, dan bapak sedang tidur. Tak lama bapak bangun (02.30) karena ada pesanan daging sapi yang harus diantar. Sebelum beliau pergi tak lupa beliau memeluk mama dan mencium keningnya, setelah itu baru dia kecup keningku yg masih sangat kecil.
Mama melepas keberangkatan bapak dengan hati yang risau. Tak lama bapak pun pergi.
Saat dalam perjalanan hujan semakin lebat dan jalanan pun licin. Aku tak tahu bagaimana persisnya kejadian itu, tapi saat d ajibarang mobil yang ditumpangi bapak oleng dan kecelakaan itu terjadi.
Mama yang tahu merasa hidupnya tak berguna lagi. Sempat mamaku seperti orang yang jiwanya terganggu. Saat itu aku dirawat oleh mbahku dan budeku.
setelah beberapa tahun, mama sadar, dia masih mempunyai aku. Setidaknya dia memiliki harapan untuk hidup dariku. Walaupun mamaku galak, posesif, tapi aku tahu, dia sangaaat takut harus kehilangan aku. Aku sadar mama sangat mencintaiku melebihi apapun.
7 tahun mama menjanda. Dalam kepahitan hidupnya yang selalu mendapatkan fitnah dari orang orang. Akhirnya dia bertemu dengan bapak baruku sekarang. Mama bercerita padaku, dia adalah malaikat yang diturunkan Allah untuk menjagaku. Dia ditemani oleh malaikat kecil yang bernama Bayu (adikku dari bapak), begitu yang mama bilang. Mama terlihat sangat bahagia. Sungguh aku sangat bahagia melihat senyum indah mama.
Trimakasih Ya Allah, kau telah mengirimkan pengganti bapak. Meskipun bagiku, bapakku yang terbaik adalah beliau yang telah tiada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar